Selasa, 22 Mei 2012

RANCANGAN USAHA KERIPIK BAYAM ( Mata Kuliah ) STUDI KELAYAKAN BISNIS


RANCANGAN USAHA

KERIPIK BAYAM



Mata Kuliah
STUDI KELAYAKAN BISNIS


Diusulkan Oleh :
MANAJEMEN 6A

   PRIONO          

UNIVERSITAS BHAYANGKARA
SURABAYA
2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga dapat menyelasaikan penyusunan makalah rancangan usaha mahasiswa dengan judul Keripik Bayam. Adapun maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah dalam rangka melengkapi tugas-tugas akademis Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen di Universitas Bhayangkara Surabaya tahun 2012.
Dalam penulisan makalah ini tentu tidak terlepas dari bimbingan, bantuan, dukungan serta motivasi dari beberapa pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap penulis. Maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Nurul Iman, SE, M.Si selaku Dosen Studi Kelayakan Bisnis Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Bhayangkara Surabaya.
2.      Semua teman-teman Manajemen Kelas 6A, atas kerjasamanya dan partisipasinya kepada kami.
Harapan penulis semoga penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat pada umumnya dan bagi penulis khususnya. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu selalu dinantikan segala kritik dan saran yang membangun agar tulisan berikutnya ada kemajuan.
Akhir kata dengan kerendahan hati kepada Allah SWT dan kepada pembaca, penulis memohon pertolongan dan petunjuk serta berharap semoga penulisan mahasiswa ini dapat bermanfaat bagi teman – teman mahasiswa yang membacanya.

Surabaya,   April 2012
            
         Penulis


DAFTAR ISI

Halaman Judul ...........................................................................................................       i
Kata Pengantar ..........................................................................................................      ii
Daftar Isi       ..............................................................................................................     iii
BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................      1
A.    Latar Belakang Masalah ..................................................................................      1
B.    Rumusan Masalah ............................................................................................      2
C.    Tujuan Program ................................................................................................      2
D.    Luaran Yang Diharapkan .................................................................................      2
E.     Kegunaan Program ..........................................................................................      2
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................      3
A.    Kajian Pustaka .................................................................................................      3
1.      Pengertian Tanaman Bayam ......................................................................      3
2.      Jenis-Jenis Tanaman Bayam ......................................................................      3
3.      Kandungan Gizi Bayam dan Manfaat Mengkonsumsinya.........................      4
B.    Profil UKM ......................................................................................................      4
C.    Mekanisme dan Rancangan Aktivitas .............................................................      4
1.      Mekanisme Aktivitas .................................................................................      4
2.      Metodologi Pelaksanaan ............................................................................      6
3.      Cara Pembuatan .........................................................................................      7
D.    Jumlah Tenaga Kerja ........................................................................................      7
E.     Analisis SWOT ................................................................................................      8
F.     Aspek Pemasaran .............................................................................................      9
G.    Aspek Operasional ...........................................................................................    10
H.    Struktur Organisasi ..........................................................................................    12
I.       Aspek Keuangan ..............................................................................................    13
1.      Kebutuhan Dana Investasi ........................................................................    13
2.      Biaya Pokok Produksi ...............................................................................    14
3.      Proyeksi Pendapatan .................................................................................    15
4.      Neraca ........................................................................................................    16
5.      Laporan Laba Rugi ....................................................................................    17
6.      Arus Kas ....................................................................................................    18
7.      Analisis Investasi .......................................................................................    19
a.      BEP ......................................................................................................    19
b.      Payback Period ....................................................................................    20
c.      Profitability Index ...............................................................................    20
BAB III PENUTUP ..................................................................................................    22
A.    Kesimpulan ......................................................................................................    22
B.    Saran   ..............................................................................................................    22
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................    23
LAMPIRAN / DOKUMENTASI   












BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Negara ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, baik kekayaan fauna maupun kekayaan floranya. Tidak salah lagi bahwa di Indonesia terdapat banyak tumbuhan yang beraneka ragam lengkap dengan ciri khasnya masing-masing. Hal ini dikarenakan Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa yang berdampak pada iklimnya, yaitu tropis dan banyaknya gunung berapi yang masih aktif, menghasilkan tanah yang unsur hara, sehingga tanahnya subur dan cocok untuk berbagai macam jenis tanaman.
Berbicara mengenai sayuran, terutama bayam, tumbuh amat melimpah hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini mudah sekali untuk tumbuhnya karena dipengaruhi oleh kondisi iklim dari negara ini. Dan masyarakat biasanya memanfaatkannya sebagai bahan makanan, seperti diolah menjadi sayur bening, sayur bayam atau biasa dikenal dengan sayur kunci.
Kandungan gizi dan vitaminnya sangat banyak, khususnya bagi anak-anak yang sangat memerlukan gizi dan vitamin untuk pertumbuhan. Kandungannya terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan serat. Kandungan gizi bayam yang kaya akan nutrisi juga dapat menurunkan kolesterol, gula darah, menurunkan tekanan darah dan melancarkan peredaran darah serta dapat mencegah kanker usus, diabetes dan gagal ginjal.
Akan tetapi, bagi sebagian orang terutama anak-anak pastinya akan bosan dengan olahan dari sayur bayam yang hanya sebagai sayuran saja. Maka dari itu diperlukan solusi untuk mengubah anggapan dari orang-orang bahwa sayur bayam bisa diolah menjadi cemilan yang enak.
Untuk itu peneliti tertarik mengembangkan sayur bayam menjadi keripik bayam yang dicampur dengan bumbu-bumbu tetapi tidak menghilangkan rasa khas dari bayam, sehingga rasanya akan membuat orang tertarik untuk mencoba mengkonsumsinya.




B.   Rumusan Masalah
Setelah penulis menjelaskan uraian dalam latar belakang, maka dapat menarik suatu rumusan masalah yaitu :
1.      Apa saja jenis produk inovatif yang dapat dihasilkan dari tanaman bayam (Amaranthus spp)?
2.      Apakah ada peluang usaha yang dihasilkan dari produk Keripik Bayam?
3.      Berapa besar tingkat produksi dan penjualan yang dihasilkan dari pembuatan Keripik Bayam?

C.   Tujuan Program
Setiap usaha yang dilakukan tidak dapat terlepas dari tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan, sebagai berikut:
1.      Membuat produk inovatif dari tanaman bayam  (Amaranthus spp).
2.      Mengetahui peluang usaha dari produk Keripik Bayam (Amaranthus spp).
3.      Mengetahui tingkat produksi dan penjualan yang dihasilkan dari produk Keripik Bayam.

D.   Luaran Yang Diharapkan
Menciptakan suatu produk yang inovatif dimana memiliki bentuk yang menarik dan rasa yang enak sehingga masyarakat akan membuat orang yang sebelumnya tidak senang mengkonsumsi sayuran akan menjadi tertarik untuk mencobanya.

E.   Kegunaan Program
1.      Meningkatkan kreativitas dan daya inovasi yang tinggi bagi mahasiswa.
2.      Membuka wawasan dan ketrampilan mahasiswa dalam wirausaha sehingga mampu bersaing dalam pasar bebas yang ada saat ini.
3.      Memberi kontribusi bagi pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran yang sering menjadi faktor utama dalam kriminalitas.
4.      Mengubah pandangan masyarakat tentang kegunaan dari sayur bayam, yang biasanya hanya bisa diolah menjadi sayuran saja, ternyata dapat dilakukan inovasi dengan memprosesnya menjadi keripik bayam.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    KAJIAN PUSTAKA
1.    Pengertian Tanaman Bayam
            Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.
Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia, bayam sering disalahartikan menjadi "spinach" dalam bahasa Inggris (mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain Bayam (Spinacia).

2.    Jenis-Jenis Tanaman Bayam
Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado), urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus (bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).
Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.
Beberapa kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji) sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet karena tidak menyebabkan kegemukan.

3.    Kandungan Gizi Bayam dan Manfaat Mengkonsumsinya
Kandungan gizi bayam tentu saja hanya akan didapat oleh tubuh ketika kita dengan rutin mengkonsumsinya. Menyukai bayam tidaklah salah. Dengan mengkonsumsi bayam ternyata banyak manfaat yang dapat kita ambil bagi kesehatan kita. Daun bayam sangat baik bagi kesehatan ginjal dan organ pencernaan karena bayam kaya akan serat sehingga dapat mengatasi sembelit dan melancarkan buang air besar.
Kandungan gizi bayam yang kaya akan nutrisi juga dapat menurunkan kolesterol, gula darah, menurunkan tekanan darah dan melancarkan peredaran darah serta dapat mencegah kanker usus, diabetes dan gagal ginjal.


C.    MEKANISME DAN RANCANGAN AKTIVITAS
1.      Mekanisme Aktivitas
a).    Analisis Produk.
Produk yang di tawarkan dalam usaha kami, berupa  keripik yang terbuat dari sayur bayam dengan karakteristik produk kami yang kreatif dan inovatif. Keunggulan produk kami dibanding dengan produk lain di pasaran  adalah :
·         Tanpa mengandung bahan pengawet, pemanis, pewarna.
·         Daya tahan keripik untuk disimpan dalam waktu lama.
·         Terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas.
b).    Strategi Harga.
Strategi harga kami lakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan adalah dibawah harga pasar, atau dengan kata lain harga produk kami lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing kripik lainnya, tetapi kualitas produk tetap bagus agar dapat mencakup seluruh elemen masyarakat. Dan memberikan diskon bagi pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak.
c).    Strategi Distribusi dan Promosi
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa distributor dan agen untuk memasarkan produk khususnya di kampus, sekolah, warung atau toko di perumahan dan kantor di Kota Surabaya. Selain itu diharapkan distribusi tersebut dapat memperluas daerah pemasaran. Sementara pemasaran akan dilakukan di sekitar tempat usaha. Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen yang berada di daerah lain (di luar Kota Surabaya) dan dikenai beban ongkos kirim yang disesuaikan dengan lokasi/daerah pemesan. Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan memberikan kemudahan dan kepuasan bagi konsumen. Sistem pembayaran yang akan kami lakukan sebagai berikut:
·           Pembayaran dimuka yaitu pembayaran kontan untuk pemesanan produk yang tidak diambil langsung (melalui rekening bank).
·           Pembayaran kontan yakni pembayaran lunas terhadap produk yang diambil pada saat itu.
d).   Analisis Pasar.
a.       Profil Konsumen
Target profil konsumen kami adalah seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan, yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa.
b.      Pesaing dan Peluang Pasar
(1). Potensi dan Segmentasi
Dikawasan Surabaya dan sekitarnya masih jarang yang menjual olahan dari sayur bayam menjadi keripik, meskipun terdapat beberapa usaha yang sejenis dengan kami tetapi mereka pada umumnya hanya memproduksi jika ada pesanan saja.
Dengan situasi persaingan yang demikian itu, kami melihat bahwa kesempatan bagi usaha kami untuk berkembang masih terbuka lebar dan membuat kami semakin mantap untuk memulai usaha ini.
(2). Strategi Pemasaran
Ø  Produk
§  Menggunakan bayam alami (tanpa pengawet).
§  Tanpa penyedap rasa dan pewarna.
§  Proses pembuatannya secara tradisional.
Ø  Harga
§  Harga kripik bayam (100 gr) Rp 5.000
Ø  Media promosi
§  Dari mulut ke mulut.
§  Melalui brosur / selebaran.
§  Menggunakan media online, seperti blog, twitter, facebook.

2.      Metodologi Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan program ini, kami menerapkan beberapa metode, yaitu :
1.      Survei Lokasi
      Survei dilakukan pada tempat usaha dan peluang usaha untuk mengetahui respon masyarakat demi kemajuan usaha
2.      Survei Pasar
      Kami melakukan survei guna mengetahui peluang pasar di daerah wilayah kami, serta melihat pesaing yang ada.
3.      Persiapan
      Proses ini dimulai setelah selesainya survei lokasi usaha serta pasar. Dalam persiapan ini kami menyiapkan tempat serta produk-produk yang akan kami jual.
4.      Pembuatan Sampel
      Memproduksi dalam jumlah terbatas dengan tujuan untuk memperkenalkan produk sebelum siap dipasarkan ke masyarakat.

3.    Cara Pembuatan Keripik Bayam
Bahan yang digunakan untuk cara membuat Keripik Bayam :
·       50 gr daun bayam, rebus, iris halus.
·       250 gr tepung terigu.
·       air.
·       minyak untuk menggoreng.
Bumbu halus yang digunakan :
·         4 siung bawang putih dipotong halus
·         1 sdt garam
·         1 sendok teh ketumbar
·         3 butir kemiri dirajang halus

Cara Membuat Keripik Bayam :
·         Cuci bersih daun bayam satu per satu, buka lembarannya dan keringkan.
·         Bahan bumbu dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus.
·         Sediakan piring ceper lalu campurkan tepung, bumbu dan larutkan dengan air.
·         Aduk sampai membentuk adonan, kalau bisa jangan terlalu encer. Lalu panaskan wajan dengan api sedang setelah sebelumnya diberi minyak goreng.
·         Tunggu sampai minyak panas.
·         Dengan capitan celupkan satu per satu bayam ke dalam adonan tepung dan goreng hingga kecoklatan dan kering.
·         Angin-anginkan, bayam siap dimasukkan ke dalam plastik.


D.    JUMLAH TENAGA KERJA
Industri manisan dan sirup belimbing wuluh ini memiliki tenaga kerja sebanyak 5 orang dengan spesialisasi pekerjaan sebagai berikut :
No
Spesialisasi pekerjaan
Jumlah
1.
Pemilik + Keuangan
1 orang
2.
Pemasaran
1 orang
3.
Penyediaan Bahan Baku
1 orang
4.
Proses Awal + Pengolahan Bumbu
1 orang
5.
Proses Akhir + Pengemasan
1 orang

E.     ANALISIS SWOT
1.      Strength (Kekuatan) :
·         Jarangnya usaha sejenis.
·         Modal untuk memulai usaha kecil.
·         Bahan baku banyak tersedia di Surabaya.
·         Tempat produksi di Surabaya. 
·         Bayam tidak mengenal kondisi cuaca.
2.      Weakness (Kelemahan) :
·         Jumlah tenaga produksi terbatas.
·         Produk tidak tahan terlalu lama jika tidak ditaruh di lemari es karena tanpa pengawet.
3.      Opportunity (Peluang) :
·         Dapat dengan mudah memasuki target pasar, karena masih jarang usaha kripik bayam ini di wilayah Surabaya.
·         Produk baru.
·         Keunggulan produk kripik bayam ini, tanpa menggunakan bumbu-bumbu instant sehingga cita rasanya sangat khas.
·         Harga kripik bayam ini tidak begitu menguras kantong, sehingga bisa dinikmati oleh semua orang.
4.      Threaths (Ancaman) :
·         Timbul usaha yang sejenis dengan bahan baku berbeda.
·         Jaringan pemasaran yang belum luas.
·         Perubahan selera konsumen.
·         Kesediaan bahan baku yang terbatas (tidak mencukupi permintaan)


F.     ASPEK PEMASARAN
Gambaran mengenai aspek pemasaran secara menyeluruh yang mencakup prospek pemasaran, strategi maupun indikator ekonomi yang akan mendasari analisis pangsa pasar secara langsung yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha khususnya rencana untuk menambah jumlah produksi produk yang tentu akan mempengaruhi aspek pemasaran, yaitu semakin meluasnya pangsa pasar akan produk tersebut.
1.      Perkiraan Jumlah Permintaan
Produksi 10 ikat bayam dalam 1 hari menghasilkan 30 bungkus dan untuk 1 bulannya mencapai 900 bungkus. Untuk itu jumlah permintaan nyata kami perkirakan 80% dari jumlah produksi tiap bulan, dengan asumsi bahwa produk tidak langsung habis dibeli dalam 1 bulan.
2.      Perkiraan Jumlah Penjualan
Data Penjualan Keripik Bayam
Tahun
Y (Unit)
X
XY
X2
2010
2011
2012
10.000
10.500
11.000
-1
0
1
-10.000
0
11.000
1
0
1
TOTAL
31.500

1.000
2

Perkiraan jumlah penjualan Keripik Bayam setiap tahunnya menggunakan cost square dimana :
Y : prediksi penjualan
X : waktu penjualan (tahun)
Persamaan: Y = a + bx
Y = 10.500 + 500 (X)
Perkiraan jumlah penjualan selama 3 tahun ke depan (2013 – 2015)
Tahun 2013     : 10.500 + 500 (2)   = 11.500
Tahun 2014     : 10.500 + 500 (3)   = 12.000
Tahun 2015     : 10.500 + 500 (4)   = 12.500

G.    ASPEK OPERASIONAL
1.      Gambaran Umum
Dalam memproduksi keripik bayam diperlukan beberapa tahapan proses produksi mulai dari persiapan bahan-bahan mentah sampai produk jadi. Bahan baku keripik bayam utamanya adalah sayur bayam, garam, air, dan tepung terigu. Di samping bahan utama, juga ada beberapa bahan pendukung yaitu bawang putih, ketumbar, kemiri dan minyak goreng.
2.      Perencanaan pelaksanaan produksi
a.      Perhitungan Bahan Baku dan Bahan Penolong dalam unit.
No
Bahan Baku + Penolong
Harga
Harga Per unit
1
Sayur Bayam
 2.000/ikat
500
2
Garam
1.500/1 kg
150
3
Air
750/5 liter
150
4
Minyak Goreng
6.000/liter
2.000
6
Bawang Putih
10.000/kg
250
7
Ketumbar
5.000/gr
150
8
Kemiri
2.000/sachset
100
TOTAL

3.400











a.      Kebutuhan Bahan Baku dan Bahan Penolong per Tahun (rupiah).
Bahan Baku
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Sayur Bayam
1.500.000
1.750.000
2.000.000
2.250.000
2.500.000
2.750.000
Garam
450.000
525.000
600.000
675.000
750.000
825.000
 Air
450.000
525.000
600.000
675.000
750.000
825.000
 Minyak Goreng
9.000.000
10.500.000
12.000.000
13.500.000
15.000.000
16.500.000
 Bawang Putih
750.000
875.000
1.000.000
1.125.000
1.250.000
1.375.000
Ketumbar
450.000
525.000
600.000
675.000
750.000
825.000
Kemiri






TOTAL
12.600.000
14.700.000
16.800.000
18.900.000
21.000.000
23.100.000

c.       Kapasitas Tenaga Kerja (2010-2015)
Jumlah Tenaga Kerja
Kapasitas Per Hari
Kapasitas Per Tahun
5
7
10.000

            ASUMSI :
                        Dalam 1 bulan terdapat 30 hari kerja

d.      Penentuan Harga
Biaya bahan baku              : Rp.   3.400
Biaya tenaga kerja             : Rp.   2.000
Biaya lain-lain                   : Rp.   1.000
Harga jual produk             : Rp.   6.500
*Keterangan: Untuk saat ini, harga jual produk keripik bayam seharga Rp. 5.000/100 gr





e.       Gaji dan Upah

No
Jenis Pekerjaan
Jumlah Karyawan
Jumlah Gaji / orang (per bulan)
Total gaji
1 tahun
1.
Pemilik
1 orang
-
-
-
2.
Pemasaran
1 orang
100.000
100.000
1.200.000
3.
Penyediaan
1 orang
100.000
100.000
1.200.000
4.
Proses Awal
1 orang
80.000
80.000
960.000
5.
Proses Akhir
1 orang
80.000
80.000
960.000

Jumlah
5 orang


4.320.000


H.      STRUKTUR ORGANISASI


 


Tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian, yakni :
1.      Pemilik + Keuangan : pemilik bertugas dalam pengambilan keputusan, melakukan pengawasan dan menyusun anggaran perusahaan sendiri, serta mencatat, mengatur, dan merencanakan masuknya uang yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan, dan melakukan penyimpanan arsip-arsip atau dokumen yang berhubungan dengan perusahaan itu sendiri.
2.      Pemasaran : bertugas untuk memperluas pangsa pasar dalam mempromosikan produk keripik bayam tersebut.
3.      Produksi : bertugas untuk mengolah bahan mentah menjadi produk keripik bayam yang siap dipasarkan. Tenaga kerja pada bagian produksi terdiri atas :
v  Penyediaan bahan baku : tenaga kerja pada bagian ini bertugas menyediakan bahan mentah dan bahan penolong yang digunakan sebagai bahan olahan produk.
v  Proses awal dan Pengolahan Bumbu: tenaga kerja pada bagian ini bertugas membersihkan bayam, pengolahan bumbu dan adonan untuk keripik.
v  Proses akhir dan Pengemasan : tenaga kerja pada bagian ini bertugas memproses setelah keripik diberi bumbu dan adonan yang selanjutnya digoreng dan didinginkan hingga minyaknya terpisah. Selain itu juga bertugas mengemas hasil dari keripik yang telah digoreng.

I.   ASPEK KEUANGAN
Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai perusahaan secara keseluruhan dan merupakan suatu aspek yang sangat penting untuk meneliti kelayakan suatu usaha. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang tepat agar perusahaan dapat melakukan efisiensi yang selanjutnya dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Penilaian aspek keuangan meliputi penilaian sumberdana yang diperoleh, kebutuhan biaya investasi, estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi, proyeksi neraca, laporan rugi-laba dan arus kas untuk beberapa periode kedepan, serta kriteria pemilihan investasi.
Maka pembahasan aspek keuangan pada home industri Keripik Bayam adalah sebagai berikut:

1.      Kebutuhan dana investasi
Untuk menandai suatu kegiatan investasi maka diperlukan dana yang relatif besar. Dana tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada, yaitu dari modal sendiri atau modal yang berasal dari pinjaman pihak kedua. Sumber dana pada Industri ini adalah modal sendiri yang dikeluarkan oleh pemilik yaitu sebesar Rp. 2.500.000 yang kemudian digunakan sebagai modal awal untuk memulai usaha. Modal tersebut tidak termasuk aktiva tetap berupa tanah dan rumah yang dijadikan sebagai tempat usaha karena tanah dan rumah yang dijadikan tempat usaha merupakan rumah pribadi pemilik usaha.
JENIS INVESTASI
Jumlah
HARGA (Rp.)
Kompor Gas 3kg
Sutil
Wajan
Peralatan lain
2
2
2
-
300.000
50.000
80.000
200.000
Jumlah

 630.000

Penyusutan per tahun 3% = 3% x Rp. 630.000 = Rp. 18.900

2.    Biaya Pokok Produksi

Biaya Pembelian Bahan Produk Keripik Bayam
Tahun 2010-2015
Tahun
Total Penjualan
Harga (Rp.)
Jumlah (Rp.)


2010
10.000
3.400
34.000.000

2011
10.500
3.400
35.700.000

2012
11.000
3.400
37.400.000

2013
11.500
3.450
39.675.000

2014
12.000
3.450
41.400.000

2015
12.500
3.450
43.125.000





Biaya Tenaga Kerja
GAJI
TAHUN (Rp.)
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Pemasaran
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.300.000
1.300.000
1.300.000
Penyediaan
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.250.000
1.250.000
1.250.000
Proses Awal + Pengolahan Bumbu
960.000
960.000
960.000
965.000
965.000
965.000
Proses Akhir + Pengemasan
960.000
960.000
960.000
970.000
965.000
965.000
TOTAL
4.320.000
4.320.000
4.320.000
4.485.000
4.485.000
4.485.000

3.    Proyeksi Pendapatan
Penjualan Keripik Bayam
Tahun 2010 – 2015
Tahun
Total Penjualan
Harga (Rp.)
Jumlah (Rp.)
2010
10.000
5.000
50.000.000
2011
10.500
5.000
52.500.000
2012
11.000
5.000
55.000.000
2013
11.500
5.000
57.500.000
2014
12.000
5.000
60.000.000
2015
12.500
5.000
62.500.000












4.    Neraca
KETERANGAN
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Aktiva:






Kas
9.361.100
10.161.100
10.961.100
10.971.100
11.746.100
12.521.100
Aktiva Tetap
630.000
611.100
592.200
583.300
554.400
535.500
(Penyusutan)
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
Total Aktiva
9.972.200
10.753.300
11.534.400
11.535.500
12.281.600
13.037.700
Pasiva:






Laba Usaha
9.267.489
10.059.489
10.851.489
10.861.389
11.628.639
12.395.889
Modal
704.711
693.811
682.911
674.111
652.961
641.811
Total Pasiva
9.972.200
10.753.300
11.534.400
11.535.500
12.281.600
13.037.700



5.      Laporan Laba Rugi
Keterangan
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Penjualan
50.000.000
52.500.000
55.000.000
57.500.000
60.000.000
62.500.000
HPP:






B. Bahan Baku
34.000.000
35.700.000
37.400.000
39.675.000
41.400.000
43.125.000
B. Tenaga Kerja
4.320.000
4.320.000
4.320.000
4.485.000
4.485.000
4.485.000
Laba Kotor
11.680.000
12.480.000
13.280.000
13.340.000
14.115.000
14.890.000
B. Operasional:






B. Listrik & Air
900.000
900.000
900.000
900.000
900.000
900.000
B. Telp
200.000
200.000
200.000
200.000
200.000
200.000
B. Penyusutan
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
18.900
B. Pemasaran
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.250.000
1.250.000
1.250.000
Laba Sebelum Pajak
9.361.100
10.161.100
10.961.100
10.971.100
11.746.100
12.521.100
Pajak 1%

93.611
101.611
109.611
109.711
117.461
125.211
Laba Bersih

9.267.489
10.059.489
10.851.489
10.861.389
11.628.639
12.395.889





6.      Arus Kas
Keterangan
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Penerimaan Kas






Penjualan
50.000.000
52.500.000
55.000.000
57.500.000
60.000.000
62.500.000
Jumlah Penerimaan Kas
50.000.000
52.500.000
55.000.000
57.500.000
60.000.000
62.500.000
Pengeluaran Kas






HPP:






Biaya Bahan Baku
34.000.000
35.700.000
37.400.000
39.675.000
41.400.000
43.125.000
Biaya Tenaga Kerja
4.320.000
4.320.000
4.320.000
4.485.000
4.485.000
4.485.000
Biaya Operasional
1.118.900
1.118.900
1.118.900
1.118.900
1.118.900
1.118.900
Biaya Pemasaran
1.200.000
1.200.000
1.200.000
1.250.000
1.250.000
1.250.000
Jumlah Pengeluaran Kas
40.638.900
42.338.900
44.038.900
46.528.900
48.253.900
49.978.900
Saldo Kas
9.361.100
10.161.100
10.961.100
10.971.100
11.746.100
12.521.100


7.    Analisis Investasi
a.            Analisa BEP (Break Event Point)
Break Event Point dapat diartikan dimana di dalam operasi perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (penghasilan = total biaya).
Untuk menghitung BEP, harus diketahui terlebih dahulu biaya tetap dan biaya variabelnya.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap tidak berubah dalam tingkatan output tertentu, tetapi untuk setiap satuan produksi akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan produksi.
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan naik turun sebanding dengan hasil produksi atau volume kegiatan sedangkan untuk setiap satuan produksi akan tetap.
·         Dalam hal ini, biaya tetap yang digunakan senilai dengan investasi yang dipakai yaitu sebesar Rp. 630.000,-
·         Sedangkan untuk biaya variabel per unit dihitung berdasarkan tingkat penggunaan bahan baku dan bahan penolong dari setiap produk keripik bayam.

š BEP dalam Unit
Biaya tetap / (harga jual per unit – biaya variabel per unit)
630.000 / (5.000 – 3.400)
630.000 / 1.600
394 unit

š BEP dalam Rupiah
Biaya tetap / {1 - (biaya variabel per unit / harga jual per unit)}
630.000 / {1 - (3.400 / 5.000)
630.000 / (1 – 0,68)
630.000 / 0,32
Rp 1.968.750


b.            Payback Period
Payback period adalah periode waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi pada proyek. Semakin pendek jangka waktu kembalinya investasi, semakin baik suatu investasi.
Tahun
Proyek
Kumulatif
0
(630.000)
-
1
9.361.100
9.361.100
2
10.161.100
19.522.200
3
10.961.100
30.483.300
4
10.971.100
41.454.400
5
12.521.100
53.975.500

PP
=
2
+
630.000
-
9.361.100
53.975.500
-
9.361.100








=
2
+
-8.731.100



44.614.400










=
2
+
-0.1957014










=
1,81




Jadi, payback periodenya adalah 1,81 tahun atau 1 tahun 8 bulan. Berdasarkan teori, hal ini masih terbilang menguntungkan atau tingkat pengembalian investasi masih terjangkau. Tetapi jika dilihat secara kenyataan, jangka waktu tersebut terbilang cukup lama bagi suatu usaha dan kurang produktif.

c.      Profitability Index
Profitability Index (PI) adalah present value aliran kas masuk dibagi dengan present value aliran kas keluar. Keputusan investasi adalah sebagai berikut ini.
PI > 1 usulan investasi diterima
PI < 1 usulan investasi ditolak           
Tahun
Proyek
PV, 10%
PV
Kumulatif
0
(630.000)
1
(630.000)
-
1
9.361.100
0.9091
8.510.176
8.510.176
2
10.161.100
0.8264
8.397.133
16.907.309
3
10.961.100
0.7513
8.235.074
25.142.383
4
10.971.100
0.6830
7.493.261
32.635.644
5
12.521.100
0.6209
7.774.350
40.409.994

PI
=
PV Cash in flow
PV Cash out flow




=
40.409.994

630.000




=
64,142847

Maka dengan nilai profitability index sebesar 64,2 maka investasi ini dapat diterima.










BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Ditinjau dari aspek pemasaran, segmentasi pasar yang dituju produk dapat dikonsumsi seluruh kalangan masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Wilayah yang dituju untuk industri ini pun belum cukup luas, sementara hanya meliputi daerah Surabaya dan Sidoarjo.
Untuk peluang pasar sendiri dapat terlihat dari Analisis SWOT, dimana masih jarang pesaing produk sejenis sehingga usaha ini dapat bersaing dan mengutamakan kualitas serta rasa dari produk. Bahan yang digunakan pun sama sekali tidak menggunakan bahan kimia atau pengawet serta penyedap rasa instant. Oleh karena itu, diharapkan keripik ini mampu menarik minat pasar serta dapat menggugah selera bagi masyarakat yang kurang suka makan sayur menjadi suka, dengan mengkonsumsi keripik bayam ini.
Dari analisis keuangan, dapat dilihat bahwa titik impas (penghasilan = total biaya) melalui perhitungan BEP (Break Event Point) adalah sebanyak 394 bungkus. Dari hasil perhitungan analisis payback periode ditemukan hasil sebesar 1 tahun 8 bulan untuk tingkat pengembalian investasi. Sebenarnya secara teori cukup menguntungkan, tetapi pada prakteknya jenis waktu tersebut terbilang lama dalam suatu usaha untuk pengembalian tingkat investasi.

B.     SARAN
1.      Kedepannya nanti keripik bayam ini perlu adanya inovasi baik dari segi rasa, bentuk maupun kemasan, karena selera dari konsumen seiring perubahan waktu pasti akan berubah.
2.      Perlu adanya rincian biaya secara real (untuk sekarang masih sekedar ramalan) agar diketahui indeks pengembalian investasi dan keuntungan secara detail sehingga bisa ditarik kesimpulan apakah usaha ini menguntungkan atau tidak.



2 komentar: